<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999</id><updated>2011-04-22T01:11:14.695+07:00</updated><title type='text'>Goldhism All The Way</title><subtitle type='html'>Its just me and my silly, louzy and lunatics world</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://goldhism.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-112151960699865246</id><published>2005-07-16T19:43:00.000+07:00</published><updated>2005-07-16T20:13:27.976+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;BUNCIT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut dia buncit, perutmu buncit, perut anak itu juga buncit. Perut para petinggi dan pejabat juga buncit. Sebelum kamu dan aku lahir, perut ibu kita juga buncit. Dan banyak juga laki-laki yang jago bikin perempuan jadi buncit. &lt;br /&gt;Apakah kita memang sebenarnya terlahir buncit? Ataukah kita memang sudah ditakdirkan untuk membuncitkan perut kita. Atau kita memang masih keturunan suku indian perut buncit yang sudah lama punah di serial donal bebek. Seperti kata salah seorang sahabatku yang perutnya belum sebuncit anak-anak yang sering dilihat di televisi, yang kebetulan juga tinggal di daerah warung buncit Jakarta selatan; perut buncit itu ada yang disebabkan oleh ketidapedulian beberapa oknum yang secara jelas dan terang-terangan telah mengambil harta yang bukan miliknya yang kemudian digunakan untuk membuncitkan perutnya sendiri dan keluarganya. Akibatnya justru lebih banyak jumlah manusia terutama anak-anak yang perutnya ikut buncit juga. Tapi buncitnya perut anak-anak itu diiringi oleh isak tangis ratapan, berbeda dengan buncit para pejabat dan calon pejabat dan manusia yang sok punya kuasa. Buncit mereka di penuhi oleh canda tawa, teriakan kepuasan, dan sorak sorai setan. &lt;br /&gt;Teman saya yang belum sebuncit para pejabat itu juga menambahkan kalau sekarang perut buncit itu sedang jadi tren yang masa kini. Tapi kasihan sekali bila melihat di televisi fenomena perut buncit yang sedang 'in' ini. Padahal bila dipikir-pikir perut buncit itu mengganggu penampilan lho. Juga mengganggu pemandangan. Bikin sakit mata. Walaupun ada juga keuntungan bagi kaum perempuan yang memiliki pasangan yang berperut buncit. Buat bobo-bobo siang kata mereka. Hahahaha lucu sekali. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untung saya cuma gemuk dan menggemaskan. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-112151960699865246?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/112151960699865246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/112151960699865246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_07_01_archive.html#112151960699865246' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-112151744786413157</id><published>2005-07-16T19:37:00.000+07:00</published><updated>2005-07-16T19:37:27.910+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.goldhism.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-112151744786413157?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/112151744786413157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/112151744786413157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_07_01_archive.html#112151744786413157' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-111176878545352667</id><published>2005-03-25T23:17:00.001+07:00</published><updated>2005-03-25T23:39:45.456+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MENGAPA? MENGAPA YUDAS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaaaaak!!! teriak Yudas kepada Tuhan, dia meraung marah dan murka kepada Penciptanya. Mengapa Tuhaaan...mengapa aku yang kau pilih untuk peran ini? Mengapa? Teganya diriMu menjadikan aku sebagai pesakitan dalam sengsara anakMu. Tahukah Kau betapa hancurnya hatiku melihat penderitaanNya. Mengapa aku Tuhan, mengapa tidak Petrus atau Yohanes atau Yakobus atau yang lainnya. Mengapa bukan murid yang lainnya. Apakah aku tidak pantas ataukah aku tidak cukup baik bagiMu. Kalau tidak mengapa kau terima aku menjadi muridNya. Mengaaaapaaaaa....??? Aku selalu setia mengikutiNya kemanapun Dia pergi. Aku selalu mendengarkan ajaranNya. Aku selalu membantuNya. Tapi mengapa aku yang Kau pilih untuk memikul beban ini. Begitu beratnya beban menyandang nama seorang pengkhianat. Mengapa Kau tega. Kau menginginkan aku memikul beban yang teramat berat ini. Bagaimana dengan orang-orang yang kukenal. Mereka akan membenciku, mereka akan menceritakan kepada keturunan mereka betapa nistanya diriku. Yudas sang pengkhianat. Aku hanya manusia Tuhan...aku bukan anakMu yang memiliki kekuatan Maha dahsyat. Aku hanya mahluk lemah yang mengikuti puteraMu untuk menjadi tegar, kuat dan percaya kepadaMu. Mengapa Tuhan, apakah begitu bencinya Engkau kepadaku. Begitu beratkah dosa nenek moyangku, dosa orangtuaku sampai kau mengutuk diriku untuk menjadi pengkhianatnya? Aaaaaahhhhh...............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Yudas Iskariot sang Pengkhianat menghabisi napasnya di atas pohon ara. Tergantung dengan leher terjerat tambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan memberinya upah yang begitu besar kepadanya, mungkin Tuhan begitu menyayangi Yudas sehingga ia mendapat peran yang begitu penting untuk menggenapi apa yang telah disabdakanNya kepada manusia. Mungkin.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Paskah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-111176878545352667?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/111176878545352667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/111176878545352667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_03_01_archive.html#111176878545352667' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-111141192094520173</id><published>2005-03-21T20:17:00.000+07:00</published><updated>2005-03-21T20:32:00.946+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SORE YANG INDAH DIMANA AKU MENINGGALKANMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku bergerak-gerak lemah tak tentu arah. Kulitku sudah penuh dengan kerutan dan ada beberapa lubang yang semakin membuat lemah diri ini. Coklat hampir hampir hitam menandakan betapa buriknya tubuh ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat waktu itu, waktu segar masih menjadi gambaran diriku. Banyak sahabat dan kawan yang datang mengunjungiku. Masih kuingat pula saat diriku masih penuh dengan energi untuk membantu setiap kehidupan yang berada didekatku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulayangkan ingatanku kepadamu, sahabat sekaligus kekasihku. Saaat engkau dan aku bercengkrama ditengah cerahnya hari. Saat kita berpelukan didinginnya malam. Saat kita berkencan menikmati segarnya pagi. Sungguh indah dan tak ingin kutinggalkan saat yang penuh kebahagiaan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat satu bulan yang lalu saat kau berkenalan denganku. Saat itu angin berhembus cukup keras dan kau menghampiriku dengan kawan-kawanmu. Kau begitu muda kau begitu segar. Sungguh kala itu kau buat diri ini terpesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini semua sudah berubah. Waktu yang begitu kejam tanpa kompromi mengubah semua keindahan itu. Memang Alamlah yang paling berkuasa. Angin yang begitu tak berperasaan, matahari yang menyengat, dan binatang-binatang yang tak memiliki perikebinatangan yang begitu dahsyat mencabik-cabik diri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini lemahku hanya sebentar lagi. Asaku akan hilang oleh kuatnya angin. Dan kini aku terbang melayang menuju tanah karena aku akan kembali menjadi tanah dan akan meneruskan siklus kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melayang aku dalam kesendirian meninggalkan dirimu yang masih segar di atas batangnya.  &lt;br /&gt;Sore itu matahari jingga mengantarku kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-111141192094520173?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/111141192094520173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/111141192094520173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_03_01_archive.html#111141192094520173' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-111141059074613632</id><published>2005-03-21T19:55:00.000+07:00</published><updated>2005-03-21T20:09:50.746+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Seven Goldhism All the way (jangan dianut karena bukan untuk dianut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bila disakiti balaslah dengan senyuman mesra&lt;br /&gt;2. Bila dikatai balaslah dengan pujian&lt;br /&gt;3. Bila dianiaya balaslah dengan tertawa&lt;br /&gt;4. Bila dipuji traktirlah orang yg memujimu&lt;br /&gt;5. Bila disayang balaslah dengan cinta&lt;br /&gt;6. Bila diberi hadiah tanyakanlah hari ulang tahun orang tersebut&lt;br /&gt;7. Bila kau bahagia berbagilah dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu bahwa dirimu adalah satu individu yang kamu miliki sendiri. Tergantung pada kemampuan oranglain hanya akan membawa kesusahan. Tempalah diri sekuat-kuatnya supaya bisa berdiri dengan kakimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersahabatlah dengan sebanyak mungkin manusia. Karena mungkin satu dari seribu sahabatmu pasti akan datang untuk melihat dirimu untuk yang terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah kepalamu karena itulah harta yang paling berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan matamu untuk melihat kenyataan&lt;br /&gt;Gunakan hatimu untuk mencari kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu bahwa apa yang kamu lihat dan kamu dengar bukanlah sesuatu yang mengarah kepada kebenaran tapi itu hanya kenyataan tanpa keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Mau Protes!!! Jangan dianggap serius laah inikan hanya isme isme debu yang mudah hilang diterpa angin lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-111141059074613632?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/111141059074613632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/111141059074613632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_03_01_archive.html#111141059074613632' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-110853941778290786</id><published>2005-02-16T14:34:00.000+07:00</published><updated>2005-02-16T14:36:57.783+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kok susah yaa ngoprek ngoprek tempe let ini...apa guenya aja yang terlalu awam sama blog secara teknis...hahahahaha ngga papa yang penting dikit dikit dah ngerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat membaca dan ingat, jangan dipikirin apa yang telah Anda baca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-110853941778290786?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110853941778290786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110853941778290786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_02_01_archive.html#110853941778290786' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-110852543444049674</id><published>2005-02-16T10:39:00.000+07:00</published><updated>2005-02-16T10:43:54.446+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Cangkir tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat! Tadi malam aku melihat sebuah cangkir tua. Dia sedang nongkrong di atas meja ruang tamu. Tumben dia berada di situ. Biasanya dia berada di dalam lemari bersama sahabat-sahabatnya yang juga tak muda lagi umurnya. Aku ingat, cangkir tua itu datang pertama kali ke rumah ini ketika aku berumur 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dia datang bersama tiga orang saudaranya dan sahabat-sahabatnya piring dan sebuah teko. Kata mama mereka datang dari negri seberang yang jauh dari kota ini. Sebuah negri yang katanya sudah berbudaya jauh sebelum bangsa kulit pucat mengenal teknologi. Namun seiring berjalannya waktu cangkir tua itu kini hanya sendiri. Ketiga saudaranya sudah lama meninggalkannya. Satu saudaranya hilang dibawa tamu brengsek dan dua saudaranya yang lain mati terbunuh dengan jasad yang hancur berkeping-keping karena ulah sepupuku yang sekarang sedang mendekam dipenjara karena tertangkap basah melakukan tindakan vandalisme di kompleks pertokoan keramik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Cangkir itu kini sendirian. Berdiri tegak menatap pintu rumah dan berharap orang yang pertama kali melihatnya akan segera membawanya ke dapur untuk membersihkan dirinya. Cangkir tua itu sudah tak tahan lagi dengan ampas kopi yang menempel di tubuhnya. Mungkin karena dia sudah terbiasa dengan kebersihan. Karena sudah lima belas tahun yang lalu cangkir itu sudah tak terpakai lagi. Terlebih sejak ketiga saudaranya pergi meninggalkannya. Cangkir itu mulai gelisah. Karena sudah lama sejak tamu itu pulang tak ada yang peduli dengannya. Aku, yang baru pulang dari kesibukanku membohongi orang tak memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Menjelang malam aku bergegas pulang karena sudah tak ada lagi bahan yang menarik untuk membuat sebuah karya penuh dengan kebohongan dan rayuan gombal lagi. Sampai di rumahku yang tak terlalu besar ini, aku hanya mendapati sebuah cangkir tua yang berdiri menatapku dengan pandangan nanar penuh kebencian. Kulihat tak ada siapa-siapa di dalam rumah yang masih terjaga. Hanya anak dari saudara kandung kakek ayahku yang langsung kembali meneruskan mimpinya setelah membukakan aku pintu. Kulempar pandanganku ke atas meja makan. Tak ada apapun. Hanya sebuah piring berlepotan kuah santan kuning yang isinya telah tandas. Kupandangi lagi cangkir tua itu. Masih terlihat jelas ampas kopi yang menempel pada bibir dan dinding cangkir tua itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Setelah melepaskan tas mengganti baju untuk bersiap diri melepaskan kepenatan hari ini, tiba-tiba kudengar suara benda yang jatuh dan hancur. Aku melongok keluar kamar dan kudapati cangkir tua telah mati, hancur berantakan. Kulihat salah satu kaki saudara keluargaku itu berada dekat kaki meja. Apakah cangkir tua itu mati terbunuh atau dia bunuh diri karena sudah tidak tahan lagi dengan ketidak pedulian semua orang terhadap dirinya yang sudah cukup berumur ini. Kupandangi lagi sesaat jasad cangkir tua yang hancur berantakan itu. Lalu aku masuk ke dalam kamar lagi dan bersiap untuk tidur. Mataku sudah berat. Tak kupedulikan cangkir tua yang sudah tidak berbentuk cangkir lagi. Aku sudah menceburkan diri ke dalam samudra mimpi.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;PS: Hanya untuk dibaca bukan untuk dimengerti atau dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-110852543444049674?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110852543444049674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110852543444049674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_02_01_archive.html#110852543444049674' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-110701475707513854</id><published>2005-01-29T22:43:00.000+07:00</published><updated>2005-01-29T23:05:57.076+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Hahaha Happy belated New Year Folks!&lt;br /&gt;Sori telat, abis terlalu banyak kejadian di rentang akhir tahun 2004 dan awal tahun 2005. Terlalu banyak yang pergi, yang datang mungkin tak sebanyak yang pergi...atau memang sudah seharusnya banyak yang pergi. Kalo menengok kebelakang, tahun 2004 merupakan tahun yang penuh dengan kepergian. Tahun 2004 adalah tahun dimana suami satu-satunya ibuku pergi meninggalkan kami. Dan dia pergi tidak sendiri. Sebelum dan sesudah nya sudah ada beberapa saudara dekat keluargaku yang pergi.  Sedih, tapi mau di bilang apa. Memang sudah saatnya mungkin. Hahahaha...(getir) hanya Sang Pencipta yang tahu. Sedangkan di Timur Tengah sana kepergian dan kepergian seperti tak habis-habisnya. Lalu disusul pada akhir tahun 2004 ini. Di suatu pagi yang indah sehari setelah hari Natal, Sebuah bis jemputan yang maha besar datang menjemput ratusan ribu manusia yang sedang bersiap menikmati hari Minggu yang biasanya selalu indah. Waw hari Minggu yaah. Ckckck...jadi ingat tulisan di kitab perjanjian lama. Pada hari ketujuh Tuhan beristirahat sambil menikmati hasil ciptaanNya yang dibuat selama 6 hari berturut turut. Yah mungkin Beliau sedang tidak mood atau bosan dengan penghuni lama sehingga dia meminta para penjemput untuk menjemput mahluk ciptaanNya untuk menemaniNya ngobrol di kediamanNya. Atau.... entahlah hanya Dia yang tahu. Anyway, tahun baru ini pasti sudah banyak rencana dan angan-angan untuk melecut semangat kita di tahun 2005 ini. Improvement! itu pasti! Ya sudah kita berdoa saja semoga yang sudah pergi bisa menikmati pemandangan indah selama perjalanan menuju kediamanNya. Sekali lagi Happy Belated New Year fellows!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-110701475707513854?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110701475707513854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110701475707513854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2005_01_01_archive.html#110701475707513854' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-110302334034219658</id><published>2004-12-14T18:13:00.000+07:00</published><updated>2004-12-14T18:22:20.343+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Yang Jahat dan Yang Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang kamu pilih&lt;br /&gt;Karena semuanya adalah pemberian Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya karena Tuhan terpaksa memberikannya kepada manusia akibat keraguan yang ada pada manusia. Apakah memang manusia diciptakan Tuhan kurang sempurna. Padahal yang membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya adalah karena kesempurnaan manusia. Serupa dengan Tuhan tapi tidak sama dengan Tuhan. Kalau sama apa bedanya kita dengan Tuhan. Mungkin memang itulah mengapa Tuhan begitu pintar atau…tidak ingin ada hal lain atau mahluk lain yang sama dengan-Nya. Egois? Hmmm…tak pernah ada yang tahu. Atau memang Tuhan sengaja menciptakannya seperti itu? Hahaha sengaja? Mana mungkin ada kata sengaja atau tidak sengaja dalam perkara menciptakan sesuatu. Jadi memang semua sudah rencana Tuhan, seperti yang banyak orang katakana bila terjadi sesuatu terhadap dirinya. Lalu apakah Tuhan itu memang jahat? Ataukah baik? Atau memang dengan adanya dosa dari Adam dan Hawa yang membuat manusia menjadi tahu mana yang baik dan mana yang jahat, sehingga Tuhan bisa memainkan perananNya sebagai Sang Pencipta yang Maha baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Almighty God has already think of everything before He or She created the human. Well planned. Apakah itu jahat ataukah baik? Atau tidak tahu karena saya hanya manusia yang biasa-biasa saja yang selalu mencari sesuatu dibalik sesuatu. Hebatnya lagi dengan adanya pengetahuan Adam dan Hawa tentang apa yang baik dan apa yang benar telah melahirkan banyak hal. Ada cinta, ada dendam, ada benci, ada kasih, ada ada ada dan ada yang lain. Berarti memang ini semua dilakukan Tuhan demi mendapatkan penghormatan, pengabdian, penyembahan, dan pe pe yang lain yang semuanya akan mengagungkan diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaah memang Dia sungguh Maha segalanya. Untung saja Dia tidak menciptakan manusia sama serupa plek ketiplek tak ada bedanya dengan diriNya. Sebab kalau Dia melakukan hal itu ntah apa yang terjadi dengan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini jangan ditanggapi terlalu serius karena hanya membuat pusing kepala. Ini bukan pemikiran atheis atau anti Tuhan atau sejenisnya. Ini hanyalah tulisan picisan dari seorang cucu Adam yang masih tidak mengerti apa maksud dari semua ini karena tulisan ini hanya sebuah sampah, kentut yang tak berbau. Dan jangan direnungkan juga karena ini bukan untuk direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS : setidaknya kita sadar bahwa manusia tak ada apa-apanya dibanding dengan Penciptanya. Manusia hanya sebutir debu yang membutuhkan cinta dan kasih. Karena hanya dengan itulah manusia bisa sedikit demi sedikit mencoba mengarahkan dirinya untuk menjadi serupa sama dengan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-110302334034219658?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110302334034219658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/110302334034219658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2004_12_01_archive.html#110302334034219658' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-109903154641989308</id><published>2004-10-29T13:23:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T13:32:26.420+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Penyejuk Jiwaku Penyegar Asaku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ave Maria&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gratia plena &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Maria, gratia plena&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Maria, gratia plena &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ave, ave dominus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dominus tecum&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Benedicta tu in mulieribus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Et benedictus &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Et benedictus fructus ventris&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ventris tuae, Jesus.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ave Maria&lt;br /&gt;Ave Maria&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mater DeiOra pro nobis peccatoribus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ora pro nobisOra, ora pro nobis peccatoribus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Nunc et in hora mortis &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Et in hora mortis nostrae&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Et in hora mortis nostrae&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Et in hora mortis nostrae&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ave Maria&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-109903154641989308?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109903154641989308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109903154641989308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2004_10_01_archive.html#109903154641989308' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-109756606707071468</id><published>2004-10-12T14:15:00.000+07:00</published><updated>2004-10-12T14:29:05.043+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>DILEMA Berkepanjangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahaha, pertama kali mengenal dunia ini kayanya penuh dengan harapan yang menggunung. Bermain-main dengan ruang pikiran manusia yang sampai sekarang masih belum tahu apa yang benar-benar diinginkan. Seperti memiliki semacam kekuatan untuk mengatur kehidupan. &lt;em&gt;'Playing God' &lt;/em&gt;kata gue. Seperti menggiring pikiran sadar dan bawah sadar manusia lain untuk melihat, mengamati, merasa tertarik dan akhirnya ingin memilikinya. Hahahaha sungguh bagai Dewa kehidupan saja. Tapi setelah masuk ke dalam lubang yang sesungguhnya...dan kemudian berkubang di dalam lumpur imajinasi dan belepotan tinta dan rayuan gombal...(manarik napas panjang) Mungkin belum waktunya untuk gue menarik napas panjang. Mungkin masih terlalu dini bagi gue untuk menilai semuanya. Hahahaha ngga nyangka gue ternyata kata dan kalimat yang keluar dari dalam ini ampuh juga. Tapi apa benar ampuh...apa perasaan gue aja. Sampai kapan gue harus jadi ujung tombak imperialisme modern yang kejam namun menguntungkan? Menguntungkan bagi siapa? ------------------------ penyejuk jiwaku, jawablah ratapku!!!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-109756606707071468?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109756606707071468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109756606707071468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2004_10_01_archive.html#109756606707071468' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-109654512282292147</id><published>2004-09-30T18:47:00.000+07:00</published><updated>2004-09-30T18:54:51.100+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Hari ini dingin sekali&lt;br /&gt;Tapi tetap saja sepi menyelimuti&lt;br /&gt;walau suara suara menghujani setiap sudut sudut pendengaran&lt;br /&gt;Haaaah...sumpe deee, kok kayanya blom ada yang berubah dari hidup gue&lt;br /&gt;cuma angka saja yang sedikit berubah di rekening bank&lt;br /&gt;Musti nunggu ato sedikit beraksi...tapi...&lt;br /&gt;Yah let it flow aja kali yaa...sapa tau perubahan itu datang dengan sendirinya...&lt;br /&gt;mungkin ngga...???&lt;br /&gt;Hoaaahmm...brrr...ngumpet dibalik selimut di atas tempat tidur sambil dengerin dream theatre kali yeee&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-109654512282292147?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109654512282292147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109654512282292147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2004_09_01_archive.html#109654512282292147' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6707999.post-109654149806235845</id><published>2004-09-30T17:50:00.000+07:00</published><updated>2004-09-30T17:51:38.063+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;em&gt;Apa yang tumbuh biasanya pasti akan berkembang dan kemudian berbuah dan akhirnya mati dan buah tadi akan berkembang dan berbuah lagi dan akan mati dan buah tadi akan berkembang lagi dan berbuah dan akhirnya mati...begitulah seterusnya selama waktu terus berputar...yang tidak berubah hanya perubahan itu sendiri...BRI II lt.16 Sore yang dingin diakhir bulan September 2004&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6707999-109654149806235845?l=goldhism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109654149806235845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6707999/posts/default/109654149806235845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goldhism.blogspot.com/2004_09_01_archive.html#109654149806235845' title=''/><author><name>goldhism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05015604035403760870</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
